October 30, 2012

MINERAL PEMBENTUK BATUAN BEKU

Mineral pembentuk batuan beku hampir selalu mengandung silisium (Si) sehingga sering disebut silikat alam. mineral tersebut ada yang berbentuk kristal ada yang berbentuk gelas (amorf). Berdasarkan warna dan komposisi kimia maka mineral /kristal pembentuk batuan beku secara garis besar dapat di bagi menjadi dua kelompok, yaitu :
  • kelompok mineral gelap (mafic) mengandung banyak unsur Magnesium (Mg) dan Besi (Fe).
  • kelompok mineral terang (felsic) banyak mengandung unsur Aluminium (Al) Kalsium (Ca), Natrium (Na), Kalium (K) dan Silisium (Si)

BRS ( Bowen Reaksi Series )

Sebelah kiri mewakili mineral -mineral hitam (mineal mafic) dan Sebelah kanan mewakili mineral-mineral terang  (mineral felsic) .

Menurut W.T. Huang (1962) komposisi mineral pembentuk batuan dikelompokkan menjadi tiga yaitu :
  • Mineral Utama (Essensial mineral) : mineral ini terbentuk langsung dari kristalisasi magma (mineral mafik dan mineral felsic).
  • Mineral Tambahan (Accessory mineral) : mineral yang terbentuk oleh kristalisasi magma terdapat dalam jumlah yang sedikit (kurang dari 5%). kehadirannya tidak menentukan nama batuan.
  • Mineral Sekunder (Secondary mineral) : mineral-mineral ubahan dari mineral utama, dapat dari hasil pelapukan,reaksi hidrotermal, maupun metamorfisme terhadap mineral utama.
Sifat-sifat fisik mineral yang terdapan pada reaksi bowen's.
1. Olivine (Mg,Fe)2SiO4
    Sistem kristal : Orthorombik
    Warna           : Hijau kekuningan sampai hijau keabu-abuan, coklat kekuningan , bening.
    Belahan         : Tidak ada
    Kilap             : Kaca
    Bentuk dan perawakan kristal : Tidak teratur, membutir seperti gula pasir.
    Kekerasan    : 6.5-7 skala mohs
2. Piroksen (Ca,Mg,Fe)SiO4
    Sistem kristal : Monoklin
    Warna           : Hijau tua sampai hitam.
    Belahan         : 2 arah saling tegak lurus
    Kilap             : Kaca
    Bentuk dan perawakan kristal : prismatik, pendek, saling tegak lurus.
    Kekerasan    : 5-6 skala mohs
3. Amfibole (Horblende) NaCa2(Mg,Fe)4Al(Al2Si6O22)
    Sistem kristal : Monoklin
    Warna           : Hitam, coklat
    Belahan         : 2 arah membentuk sudut
    Kilap             : Arang,kaca
    Bentuk dan perawakan kristal : prismatik, panjang.
    Kekerasan    : 5-6 skala mohs
4. Biotit  K(Mg,Fe)3(AlSiO3O10.Oh)2
    Sistem kristal : Monoklin
    Warna           : Hitam, coklat, hijau tua
    Belahan         : 1 arah.
    Kilap             : arang, kaca
    Bentuk dan perawakan kristal : melembar (memika) , tabular.
    Kekerasan    : 2.5-3 skala mohs
5. Plagioklas Na(AlSi2O8)-Ca(Al2Si2O30
    Sistem kristal :Triklin
    Warna           : Putih susu, abu-abu.
    Belahan         : 1 arah.
    Kilap             : Kaca, lemak
    Bentuk dan perawakan kristal : prismatik, tabular panjang, masif
    Kekerasan    : 6 skala mohs
6. Muskovite KAl2(AlSi3O10)(OH)
    Sistem kristal : Monoklin
    Warna           : tidak berwarna, bening , putih
    Belahan         : 1 arah.
    Kilap             : Kaca, mutiara
    Bentuk dan perawakan kristal : Melembar (memika)
    Kekerasan    : 2-2.5 skala mohs.
7. Kuarsa  SiO2
    Sistem kristal : Heksagonal
    Warna           : Tidak berwarna, bening, putih.
    Belahan         : 2 arah rombohedral
    Kilap             : Kaca, lemak
    Bentuk dan perawakan kristal : membutir, masif, tidak teratur.
    Kekerasan    : 7 skala mohs
8. Alkali Feldspar (Ortoklas)
    Sistem kristal : Monoklin
    Warna           : Merah jambu, merah daging, putih.
    Belahan         : 2 arah .
    Kilap             : Kaca, lemak
    Bentuk dan perawakan kristal : membutir, prismatik, tabular.
    Kekerasan    : 6 skala mohs


No comments: